Senin, 28 Oktober 2019

Hai.

0 komentar
Hai.
Sudah hampir setahun di sini. Di ujung timur Indonesia. Ternyata aku masih belum menemukan telinga yang menurutku layak mendengar segala keluh kesahku. Maksudku, keluh kesahku secara keseluruhan. Banyak cerita yang terkubur di masa lalu yang belum berakhir dengan baik, masih menghantui. Aku ingin bercerita tanpa perlu menjelaskan siapa-siapa tokoh dalam ceritaku. Aku ingin bercerita tanpa ditanya kenapa. Aku ingin bercerita tanpa dihakimi.

Minggu, 04 Agustus 2019

Puisi - Jikustik

0 komentar
aku yang pernah engkau kuatkan
aku yang pernah kau bangkitkan
aku yang pernah kau beri rasa
saat ku terjaga hingga ku terlelap nanti
selama itu aku akan selalu mengingatmu

kapan lagi kutulis untukmu
tulisan tulisan indahku yang dulu
pernah warnai dunia
puisi terindahku hanya untuk mu
mungkinkah kaukan kembali lagi
menemaniku menulis lagi
kita arungi bersama
puisi terindahku hanya untukmu

Sabtu, 29 Desember 2018

Tawon Madu (bagian 3)

0 komentar

….untuk mengabadikan memori dalam tulisan bersama seseorang yang ku panggil tawon madu.
Bagian ketiga.

Luka memang perlu waktu untuk sembuh, menurut prediksiku setahun. Dan ternyata memang benar. Setahun berlalu, sepertinya luka tak lagi terasa. Aku masih ingat bulan-bulan tersedihku itu. Aku masih ingat dimana pertama kalinya aku menangis dengan begitu pecahnya di depan teman kantorku. Tentu aku ga menunjukkan kesedihanku itu secara langsung kepada doi. Tapi aku rasa doi bisa membaca dan mengartikannya sendiri. Doi adalah salah satu orang yang membantuku pulih dan bangkit. Dalam dua bulan itu doi sering sekali ngajak nonton, makan, jalan. Entah sudah berapa mall yang sudah kita kunjungi, berapa jajanan yang kita makan dan berapa episode cerita yang teruntai satu lama lain hingga luka itu tidak perih lagi. Terima kasih :)

***
Bulan berganti tahun. 
Pernah di salah satu pertemuan kami, di chatime plaza semanggi setelah nonton suatu film, pada akhirnya aku cerita blak-blakan ke dia tentang semuanya, tentang mantan dan complicated relationshipku yang kandas itu. Aku bilang juga bahwa aku belum mau punya hubungan serius dulu sama laki-laki lain sebelum aku beresin luka dan menormalkan perasaanku, aku harus memiliki lembaran baru yang bersih tanpa bayang-bayang masa lalu jika bersanding dengan siapapun nanti, bukan hanya sebagai pelarian. Sesuai prediksi kalo doi bisa membaca kesedihanku, doi cuma bilang "iya aku tau kok, aku nunggu kamu cerita aja, dan aku seneng kamu mau cerita dan akhirnya bisa terbuka sama aku".
***

Sabtu, 22 Desember 2018

Tawon Madu (bagian 2)

0 komentar

….untuk mengabadikan memori dalam tulisan bersama seseorang yang ku panggil tawon madu.
Bagian kedua.

Setelah pertemuan pertama itu, doi jadi sering chat, dan dia jadi lebih pede dari sebelumnya wkwk, sementara partner HTSku semakin menghilang entah kemana. Bulan berganti dan Desember tiba. Hingga tiba juga waktunya aku kembali ke Jakarta untuk mulai masuk bekerja di suatu lembaga Negara di Jalan Gatot Subroto. Di hari pertama masuk kerja, aku dan teman-teman seangkatan langsung diberitahu instansi vertikal penempatan kita di provinsi, dan seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, aku ditempatkan di Jayapura. Sempat kaget dan sedikit sedih karena jauh, tapi doi selalu menenangkan dengan penuh keyakinan sementara aku ga yakin dengan diri sendiri. Setelah tau aku penempatan dimana, doi ga berubah sama sekali, dan dia bisa menerima. Entah kenapa aku merasa lega. Dan gatau ya partner htsku responnya gimana, ga akan ngabarin juga.

Jumat, 14 Desember 2018

Tawon Madu (bagian 1)

0 komentar

Postingan ini mungkin memiliki konten yang akan kalian anggap “bucin”. Entah definisi bucin yang seperti apa yang kalian anggep benar. I don’t care. People say what they want. And it’s okay, it’s not for you tho.

….untuk mengabadikan memori dalam tulisan bersama seseorang yang ku panggil tawon madu.
(menurut versi aku, karena versi yg ditulis doi dalam tumblrnya lebay sekali wkwk)

Sebenernya doi adalah temen sekelasku waktu kuliah tingkat II di PKN STAN. Kami ga begitu deket dan jarang banget ngobrol baik secara langsung atau lewat chat, karena sekalinya ngomong, doi suka nyebelin dan bikin males, aku pasti auto pasang jarak aman dengan orang-orang kyk gitu. Baru-baru ini doi jelasin kalo semua itu doi lakuin biar bisa deket sama aku wkwk salah jalan bung!

Waktu naik tingkat, kami beda kelas, dan seingetku ga terjadi komunikasi sama sekali kecuali aku broadcast tentang danusan buat proyek kspk dan doi chat tentang pinjem kartu uno (ini doi yg bilang, karena aku juga lupa).

Setahun berlalu, kami dinyatakan lulus dari PKN STAN. Pas selesai yudisium aku inget ketemu doi dan kami ngobrol bentar banget karena aku lagi nyariin temenku yang lain. Dini hari setelah wisuda. Tiba-tiba. Sekonyong-konyong, tanpa tedeng aling-aling. Doi chat yang puanjang bener. First impression, aku kira doi broadcast tentang buket wisuda atau sejenisnya. Tapi bukan. Kira-kira isinya seperti ini:

Jumat, 30 November 2018

to all the boys I loved before

0 komentar
Tanpo welas koe lungo biyen kae
Ra ono mesakne aku sitik wae
Ngaboti tresno anyarmu lalu kau tinggalkan aku
Tersakiti sendiri di malam itu

Koe lungo pas aku sayang-sayange
Tanpo pamit koe ngadoh ngono wae
Aku ra ngerti salahku dan kau campakkan diriku
Bersanding dengan kekasih barumu

Abot tak trimo kanti ikhlas legowo
Sing tak karep koe ra disiyo-siyo
Ben cukup mung aku korban janji manismu
Udan bledek kang dadi saksiku

Credit:
(Merupakan lirik sebuah lagu dengan judul “korban janji”) wkwk
yang dipost dalam rangka memperingati satu tahun patah hati terakhir (aamiin)

Kamis, 27 September 2018

Hubungan Tanpa Status

0 komentar
Postingan ini aku buat didasari oleh ke-takjub-anku melihat statistik blog ini. Di antara postingan-postingan aku yang suka seenaknya, ngawur dan ngelantur, aku masih bersyukur karena ternyata postinganku yang paling sering dikunjungi adalah postingan-postingan yang (cukup) berfaedah. Tapi, ada yang bikin ganjel, di antara postingan yang (cukup) berfaedah itu, ada satu postingan yang "ih apaan sih" yang justru bertengger di urutan pertama, dan postingan apakah itu? Taraaaa!
mantep gaseeehhhh wkwkwk
Gara-gara liat itu, aku jadi baca ulang isinya. Hmmm sangat kental dengan pemikiran ABG SMA yang penuh kelabilan dan kegalauan dalam drama percintaan wkwk. Postingan itu aku buat 5 tahun yang lalu, yang mana aku masih duduk di bangku kelas XI SMA. Seiring waktu, manusia akan berubah, entah karena tuntutan lingkungan atau karena keinginannya sendiri sebagai respon atas suatu hal. Karena bagaimana pun manusia yang pandai beradaptasilah yang dapat lolos dari proses seleksi alam. Aku ngeliat tulisanku itu kayak ngerasa itu bukan aku, sosok yang berbeda dari aku yang ini. Begitu juga aku ngeliat temen-temenku sekarang, aku kadang suka ga terima ngeliat temen-temenku yang "berbeda" dari yang dulu, jadi seringkali aku menganggap temen-temenku itu adalah orang yang berbeda dari temen-temenku waktu kami masih temenan dulu (bingung gasih wkwk). Misal aku punya temen SMA namanya A, maka aku akan menganggap si A yang sekarang adalah sosok yang berbeda dari si A pas SMA, jadi mau sekarang dia bertingkah kayak apa ya terserah dia, itu ga akan ngerubah pemikiranku tentang sosok si A yang aku kenal dulu (dalam sisi positifnya yaa). Kalo dia dulu ga baik, sekarang jadi baik, ya pasti aku sangat terima.

Salah satu hal yang bikin orang berbeda adalah seiring proses mendewasa, pemikiran kita juga ikut mematang. Jadi kali ini aku akan mencoba menanggapi kembali tentang "Tanda Cowok Naksir Kita" versi Ratna yang berumur 22 tahun hahaha
 

SembilanPuluhSembilanKomaSembilan Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template