Jumat, 25 September 2020

Day 2: Things that make me happy

0 komentar

Hal-hal yang bisa bikin aku seneng tentu ada banyak. Sebanyak hal-hal yang bisa bikin aku sedih juga. Aku anaknya melankolis, jadi mudah terbawa perasaannya. Tapi karena kali ini temanya adalah hal-hal yang bikin aku seneng, jadi aku akan fokus ke yang bikin aku seneng aja.

Aku anaknya mudah dibuat senang, sesimpel makan yang manis-manis dan nonton film romantis, udah bisa bikin aku seneng abis. Apaan sih jadi ada rimanya wkwk. Kayanya sama ajadeh sama kebanyakan orang, ya ga sih?

Mungkin aku mau bahas di sudut pandang hablum minannasnya aja kali yaa, biar ada ceritanya wkwk. 

Aku sangat suka diperhatikan, emm being known. Contohnya seperti celetukan temen-temen "inimah warnanya Ratna banget", "pasti minumnya es teh", "jam segini mah Ratna udah tidur", "Ratna ga suka pake kacang kali", "capek kali Ratnanya" (padahal orangnya tau diri ini sedang bersedih hebat :)). Gaperlu dijelasin lah panjang lebar lagi :)). Jika sudah jarang bertemu atau berpisah karena sesuatu, aku juga suka diingat, semoga sih selalu tentang hal-hal yang baik. Seperti "ah jadi inget Ratna". Kadang aku suka kepikiran, ada ga ya orang yang denger suatu lagu jadi inget aku karena itu lagu kesukaanku? Ada ga ya orang yang jadi inget aku karena makan makanan kesukaanku?

Jumat, 11 September 2020

Day 1: My Personality

0 komentar

Rasanya aku sedikit kesulitan mendeskripsikan kepribadianku sendiri. Bukankah orang lain yang bisa menilainya? Tapi aku akan mencoba menjelaskan. Toh seharusnya kita yang lebih memahami diri kita sendiri wkwk.

Menurutku, kepribadianku sedikit membingungkan. Kadang aku bisa menjadi seseorang yang enjoy being alone, tapi kadang juga bisa jadi seseorang yang suka bergaul dan main ramean. Kadang aku bisa jadi orang yang cerewet, kadang bisa jadi orang yang pendiem. Tergantung lingkungan dimana aku berada. Ga jarang orang bilang, "Ratna ternyata cerewet yaa, kirain pendiem".

Bahkan dalam 24 tahun aku hidup di dunia ini, testimoni orang terhadap aku bisa beda-beda. Temen-temen SDku pasti bilang aku rame, temen-temen SMP pasti bilang aku pendiem dan kutu buku, temen-temen SMA kelas X pasti bilang aku pendiem, beda cerita temen-temen kelas XI dan XII yang bilang aku rame. Temen kuliah tingkat 1 dan 2 bilang aku pendiem, temen-temen tingkat 3 bilang aku rame. 

Bingung kan? Apa aku berkepribadian ganda? Wkwk engga lah.

Sebenernya kepribadianku bisa dibilang sangat dipengaruhi oleh teman-teman di sekitarku. Bagaimana mereka menerima aku, bagaimana cara mereka bergaul, dan bagaimana mereka memperlakukan aku adalah hal-hal yang akan menuntun bagaimana aku bersikap. I read the energy and adjust.

30 days writing challenge

0 komentar

Postingan ini adalah sebuah komitmen bahwa aku akan mencoba menulis kembali. Didasari dari sebuah post yang lewat di timeline twitterku. "30 days writing challenge" oleh @andinadwifatma (twitter). Sebenernya sering liat sih challenge 30 hari bercerita, tapi yang ini terasa menarik karena udah ada tema-temanya gitu kaya gini.


Baiklah semoga jalan deh komitmen ini. Mungkin ga setiap hari nulisnya. Tapi ada 30 cerita. InsyaAllah.

------------------------

[DIREKTORI]

Day 1: My Personality

Day 2: Things that make me happy

Minggu, 31 Mei 2020

Alex, baca ini!! (bagian kedua)

0 komentar
Hai alex, 
Saat aku menulis ini, aku sedang di tengah-tengah menonton drama korea entah yang keberapa di masa WFH ini.
Daripada menulis ini, harusnya lebih baik apabila aku mengerjakan laporan mingguan kegiatan WFH yang deadlinenya nanti malam.
Daripada menulis ini, alangkah lebih baik aku melakukan workout daripada mengabaikan notifikasinya begitu saja. 

Tapi disinilah aku, menulis sebuah postingan untukmu (lagi),
karena saat aku menulis ini adalah saat kamu mengumumkan hari bahagiamu yaitu tanggal 13 Juni nanti.

Aku adalah salah satu orang yang ikut berbahagia mendengar kabar gembira ini darimu. Tentu aku sudah dapat bocoran tentang hal ini dari kamu sebelumnya, tapi entahlah, efeknya baru terasa sekarang.

Aku senang kamu ga galau-galau lagi, walaupun artinya aku harus menerima kenyataan bahwa kamu tidak membutuhkanku lagi sebagai teman curhatmu seperti sebelum-sebelumnya.
Aku senang kamu ga maju mundur lagi, walaupun artinya aku harus menerima kenyataan bahwa kamu tidak membutuhkanku lagi untuk mendukung atau menyanggah asumsi-asumsimu.

Senin, 28 Oktober 2019

Hai.

1 komentar
Hai.
Sudah hampir setahun di sini. Di ujung timur Indonesia. Ternyata aku masih belum menemukan telinga yang menurutku layak mendengar segala keluh kesahku. Maksudku, keluh kesahku secara keseluruhan. Banyak cerita yang terkubur di masa lalu yang belum berakhir dengan baik, masih menghantui. Aku ingin bercerita tanpa perlu menjelaskan siapa-siapa tokoh dalam ceritaku. Aku ingin bercerita tanpa ditanya kenapa. Aku ingin bercerita tanpa dihakimi.

Minggu, 04 Agustus 2019

Puisi - Jikustik

0 komentar
aku yang pernah engkau kuatkan
aku yang pernah kau bangkitkan
aku yang pernah kau beri rasa
saat ku terjaga hingga ku terlelap nanti
selama itu aku akan selalu mengingatmu

kapan lagi kutulis untukmu
tulisan tulisan indahku yang dulu
pernah warnai dunia
puisi terindahku hanya untuk mu
mungkinkah kaukan kembali lagi
menemaniku menulis lagi
kita arungi bersama
puisi terindahku hanya untukmu

Sabtu, 29 Desember 2018

Tawon Madu (bagian 3)

0 komentar

….untuk mengabadikan memori dalam tulisan bersama seseorang yang ku panggil tawon madu.
Bagian ketiga.

Luka memang perlu waktu untuk sembuh, menurut prediksiku setahun. Dan ternyata memang benar. Setahun berlalu, sepertinya luka tak lagi terasa. Aku masih ingat bulan-bulan tersedihku itu. Aku masih ingat dimana pertama kalinya aku menangis dengan begitu pecahnya di depan teman kantorku. Tentu aku ga menunjukkan kesedihanku itu secara langsung kepada doi. Tapi aku rasa doi bisa membaca dan mengartikannya sendiri. Doi adalah salah satu orang yang membantuku pulih dan bangkit. Dalam dua bulan itu doi sering sekali ngajak nonton, makan, jalan. Entah sudah berapa mall yang sudah kita kunjungi, berapa jajanan yang kita makan dan berapa episode cerita yang teruntai satu lama lain hingga luka itu tidak perih lagi. Terima kasih :)

***
Bulan berganti tahun. 
Pernah di salah satu pertemuan kami, di chatime plaza semanggi setelah nonton suatu film, pada akhirnya aku cerita blak-blakan ke dia tentang semuanya, tentang mantan dan complicated relationshipku yang kandas itu. Aku bilang juga bahwa aku belum mau punya hubungan serius dulu sama laki-laki lain sebelum aku beresin luka dan menormalkan perasaanku, aku harus memiliki lembaran baru yang bersih tanpa bayang-bayang masa lalu jika bersanding dengan siapapun nanti, bukan hanya sebagai pelarian. Sesuai prediksi kalo doi bisa membaca kesedihanku, doi cuma bilang "iya aku tau kok, aku nunggu kamu cerita aja, dan aku seneng kamu mau cerita dan akhirnya bisa terbuka sama aku".
***

 

SembilanPuluhSembilanKomaSembilan Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template