Senin, 18 Juni 2018

Rumah

0 komentar
Ratna Wulandari
(Purwodadi, 18 Juni 2018)

aku mencoba membangun rumah di lembah gunung,
ku bangun dengan susah payah dengan mengumpulkan kayu dan batuan,
setelah sekian lama berdiri dengan sejuknya udara pegunungan,
rumahku runtuh terkena longsor

aku mencoba membangun rumah di pantai,
ku bangun dengan susah payah di antara pohon-pohon kelapa,
tak lama ku tinggali rumah dengan latar belakang ombak yang menenangkan,
rumahku runtuh terkena air bah

aku ragu untuk membangun rumahku kembali,
aku tak tau dimana lagi harus membangun rumah yang sejati

akhirnya ku temukan sebuah gua,

aku mencoba membangun rumah dengan memoles gua,
tanpa usaha besar dengan stalaktit dan stalakmit indah yang sudah ada,
aku kira rumah ini akan jadi yang terakhir dan selamanya,
aku salah, rumahku hilang entah kemana.


can we turn back time? no haha

0 komentar
Can we turn back time? absolutely no. big no. Tapi andai aja bisa puter balik waktu, maka waktu yang pengen aku jadikan starting pointnya adalah masa SMP. Sungguh, aku pengen balik SMP lagi. Dimana aku cuma perlu belajar, dan masalah terberat dalam hidup hanyalah takut terlambat masuk sekolah. Aku emang secengeng itu, bahkan sampai aku masuk kuliah (pas di UGM), aku pernah nangis gara-gara telat masuk kelas agama karena sodara yang anter jemput aku ada kepentingan lain. Aku suka belajar, aku suka ngapalin rumus dengan latihan soal berulang-ulang, aku suka ulangan dadakan saat temen-temenku membencinya, aku suka suasana ujian dimana akhirnya aku bisa mengaplikasikan hasil belajarku. Poin yang aku suka dari ujian di SMP (ulangan, UTS, UAS, Ujian Sekolah, Ujian Nasional) adalah kerja kerasku terbayar. Dulu waktu SMP, semua yang aku pelajari pasti keluar di ujian, em atau semua yg keluar di ujian pasti udah aku pelajari sebelumnya. Seringkali pas SMP nilai ujianku 100 atau setidaknya kepala 9, pas UN dulu aku juga peringkat 2 paralel. Semua guru kenal dan hafal sama aku, seringkali aku dijadikan mangsa buat ngerjain soal-soal di papan tulis, tapi aku seneng-seneng aja soalnya bisa ngerjain. Dulu pas SMP aku pindah sekolah pas kenaikan ke kelas 8, tapi ga masalah, karna guru-guru emang gampang hafal sama murid nakal dan murid pinter. Di SMP baru, banyak murid lain yang tau tentang aku dari guru-guru yang cerita tentang aku di kelas sebelah (entah cerita apa). Menyenangkan sekali, bahwa hal yang ngebuat aku bahagia adalah sesederhana disukai sama guru-guru, dan dikasih nilai bagus sama mereka. Jadi kedengaran songong ya, tapi emang bener, belajar yang paling membahagiakan ya belajar pas SMP. Dan pas SMP aku belum mengenal cinta-cintaan yang seringkali menyiksa batin wkwk.

Kamis, 24 Mei 2018

Kamis, 15 Maret 2018

New Chapter of My Life ♥

0 komentar
Mungkin inilah akhir dari postingan berantai yang aku buat wkwk dikelarin, dituntasin, biar ga kepikiran.

Sejujurnya, sebenarnya, dan pada kenyataannya, aku orangnya ga tegaan, susah bilang enggak dan ga enakan. Biasalah sifat orang Jawa pada umumnya. Entah ini sifat yang merupakan kelebihan atau kekurangan wkwk. Jadi ya gitu, tiap mau memutuskan sesuatu pasti banyak banget yang mesti dipikirin dan dipertimbangkan. Kalo aku begini nanti dia gimana ya, kalo aku begitu dia sedih ga ya. Yap, jadinya kadang keputusan-keputusanku adalah keputusan yang ga bener-bener aku inginkan, melainkan keputusan yang setidaknya win-win solution. 

Hingga pada akhirnya aku sadar,

Rabu, 14 Maret 2018

draft

0 komentar
Kalian sadar ngga, bahwa rezeki dan apa-apa yang kita capai atau dapatkan saat ini adalah buah dari doa-doa kita di masa lalu, doa kedua orang tua kita, juga doa orang-orang (baik yang kita kenal ataupun engga) yang secara diam-diam atau terang-terangan mendoakan kita. 

Kalo dipikir ulang, apa yang aku jalani sekarang adalah apa-apa yang aku sebut "mimpi" di masa lalu, harapan-harapan kedua orang tuaku yg aku kira terlalu mustahil untuk terwujud, atau bahkan angan-angan yang aku ga berani menaruh harapan kepadanya. Lalu sekarang, saat semua sudah jadi kenyataan, aku cuma bisa mikir, "kok bisa ya?" haha emang sekeren itu Allah mengatur jalan hidup hamba-Nya. 

Selasa, 02 Januari 2018

Kaleidoskop 2017

0 komentar
First post in this new year! Happy new year!

Jujur aja, aku anaknya bukan a good planner, sukanya yang dadakan-dadakan aja gitu, soalnya biasanya yang direncanain itu sering berakhir wacana wkwk eh tapi bener ini, serius. Bisa sih bikin rencana-rencana gitu, tapi palingan buat yang jangka pendek doang, misal nih seminggu lagi mau ujian, jadi bisa tu bikin planning mau belajar apa selama seminggu. Maka dari itu, aku paling gabisa kalo ada tugas suruh bikin life plan wkwk. Suka sih nulis-nulis, tapi anaknya ga visioner gitu jadi ya udah.

Jadi di postingan pertama di awal tahun ini, aku ga akan bikin resolusi-resolusi buat tahun 2018, tapi aku akan bikin kaleidoskop 2017. Pasti ada sih cita-cita di tahun 2018 ini, tapi ya cukup diusahakan dan didoakan aja gitu, sisanya biar mengalir seperti aliran sungai. Kalo bikin kaledioskop tahun kemaren kan jatuhnya seru, jadi bisa nostalgia setahun terakhir ngapain aja, belajar mensyukuri apa yang udah kita dapat dan belajar dari setiap kesalahan di tahun kemaren #eaaa. Okay here we are!

Kamis, 16 November 2017

Janji tidak berjanji

0 komentar
Akhir-akhir ini aku sering bilang kepada satu dua orang yg menuntut sesuatu, "terserah kamu saja, tapi aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untuk kedepannya". Tapi memang menasihati selalu lebih mudah karena tidak mengalaminya, berkata selalu lebih mudah daripada melakukannya. Sampai akhirnya karmaku datang. Sebenarnya itu bukan karma, karena dia datang lebih dulu, cuma aku telat sadarnya wkwk sampai akhirnya aku merana sendiri. Saat seseorang berjanji tapi tidak berjanji, tapi otakmu menafsirkan sedemikian rupa untuk membuat hatimu senang sendiri, girang sendiri, heboh sendiri. Sampai akhirnya kamu sadar bahwa otakmu salah menafsirkan karena hati ikut campur tangan, sehingga kamu jadi sedih sendiri, galau sendiri, bingung sendiri, merana dan meranggas sendiri. Ya memang semuanya sendiri karena seseorang itu memang biasa-biasa saja. Tidak apa, biarlah aku yang sedih asal bukan kamu. Tapi aku jadi inget kata-kata seorang teman, katanya kalo pengen menyayangi orang, kamu harus bisa menyayangi dirimu sendiri, baru deh bisa menyayangi orang. Katanya lagi, menyayangi diri sendiri itu salah satunya dengan tau mana yg baik buat diri sendiri. Kalo udah tau sakit ya jangan diterusin. Sungguh sekarang pun ku tak mengerti aku sakit karena apa. Sebenernya aku udah pernah ngalamin yang persis kayak gini, tapi otakku terasa bebal sekali untuk bisa belajar dari pengalaman. 

Jadi sebenernya aku ngomongin apa :( tau ah bodo amat :((

Ps: saya tau setelah saya tekan tombol "publish", postingan ini berhak dibaca siapa saja, tapi saya yakin post ini ga akan direferensiin google ke orang yg lagi nyari "sesuatu" di mesin pencari, karena memang post ini ga ada "sesuatu"nya. Tapi jika secara sengaja atau tidak sengaja ada yg ngebaca post ini (terutama untuk yg kenal saya wkwk), tolong jangan diungkit-ungkit ya, biarlah saya punya lahan untuk berkeluh kesah dengan ketidakjelasan saya secara merdeka. Terima kasih :)
 

SembilanpuluhSembilankomaSembilan Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template