Minggu, 29 Agustus 2021

Day 6: single and happy (update version haha)

0 komentar

sebelumnya writing challenge hari ke-6 ini kutulis dengan derai air mata, tapi setelah 8 bulan berlalu, ternyata aku bisa menulis lagi dengan sudut pandang yang berbeda :)

old version: here

ternyata sekarang aku bisa juga merasakan lagi gimana rasanya "single and happy"! semua ini berkat teman-teman dan keluarga yang selalu support aku sih, aku bener-bener beruntung bisa berada di tengah-tengah mereka. mereka yang selalu dengerin cerita aku yang walaupun udah beberapa kali kuulang-ulang tapi akunya tetep nangis. mereka selalu sabar ngadepin bodoh dan bandelnya aku kalo udah menyangkut mantan. ya aku akui ternyata aku emang bodoh. setelah apa yang udah mantanku lakukan aku masih bisa menulis surat cinta buat dia wkwk lol. terima kasih kepada teman-temanku, karena berkat mereka, surat itu ga pernah terkirim kepada si empunya :) 

aku ikhlas atas semua yg dia lakukan, sejak awal pun begitu. aku ga mendendam apapun ke dia, karena bagaimana pun dia juga punya peran untuk menjadikan aku yang seperti sekarang. justru teman-temanku yang masih kesel ke dia, ngelebihin aku. aku akan memposisikan dia sebagai temanku, tapi bukan teman dekat. 

saat ini aku bener-bener happy dengan apa yang aku punya, dan aku bener-bener menikmati hidup! aku bisa main sama siapa aja, menghabiskan waktu bersama teman-temanku, ketawa ketiwi tanpa beban. 

aku juga udah mulai bisa terbuka dengan lawan jenis. sebelumnya aku bener-bener menutup diri. bahkan keluarga dan teman-temanku sampai khawatir hahaha. sekarang aku dah bisa enjoy chat ama mereka, mau diajak ketemuan berdua, jalan berdua, telponan, dll. sejujurnya saat ini aku belum berniat cari pacar sih,  jadi aku ngerespon aja ke semua yang pdkt wkwk baru mau ngetes kekuatan hati, beneran dah move on belum? dah bisa ngerasain butterfly in my stomach lagi ga? tapi apapun itu, saat ini aku bener-bener bersyukur karena berhasil ngelewatin badai besar kehidupanku dan bener-bener merasa dicintai dan berharga. Yepp, Im single and genuinely happy! Alhamdulillah :)

Jumat, 16 Juli 2021

Day 8: The power of music

0 komentar

Kalo buat aku, musik adalah kebutuhan tersier dan hiburan aja, ada oke, engga ada juga ga masalah. Tapi aku pernah punya mantan yang hidupnya gabisa lepas dari musik. Dia anak band dan khazanah permusikannya (harus aku akui) luar biasa. Sehari-hari gabisa lepas dari earphonenya, bahkan pas tidur. Tapi sekarang kita bahas the power of music buat diriku sendiri aja oke wkwk.

Kamis, 15 Juli 2021

Tawon Madu (bagian 4)

0 komentar

Beberapa waktu lalu pas ngeberesin desktop laptop ga sengaja nemu file doc berjudul "testes 123" yang last date modifiednya 5 Agustus 2019 23:36. Karena harus memutuskan file ini akan dihapus atau dikemanakan, maka aku membukanya, dan jeng jeng jeng...


Ternyata isinya "Tawon Madu (bagian 4)" gaes! Monanges wkaka.

Rabu, 14 Juli 2021

Day 7: Favorite movie!

0 komentar

Aku suka nonton film. Genre apapun kecuali thriller, splatter, gore, pokoknya yang sadis-sadis auto skip. Gakuat nontonnya. Aku kalo nonton film tujuannya cari hiburan sih, even film horor, itu ketegangannya juga bisa bikin stress relief looh. Atau mungkin dia hanya mengubah dari satu jenis stress ke jenis stress yang lain yaa wkwk setidaknya kalo film horor aku masih bisa menikmatinya. Suka bahkan.


Film kesukaanku bisa dibilang biasa-biasa aja. Pasaran. Film yang aku suka pasti juga banyak disukai orang lain. Genre yang paling aku sukai adalah drama percintaan kalo bisa sih yang ada komedinya. Genre film kayak gitu biasanya ada di film thailand. Kala disuruh memilih satu film terfavorit kayaknya agak susah ya, karena sejujurnya aku selalu membiasakan diri untuk ga suka berlebihan pada sesuatu wkwk *minta ditabok*. 

Kamis, 08 Juli 2021

halte kesedihan

0 komentar

Untuk seseorang yang pernah aku cintai dengan sangat,

yang meninggalkanku seperti orang sekarat, 

yang ingin kubenci tapi bayangnya selalu mewujud malaikat,

Jumat, 05 Maret 2021

Berdamai dengan perasaan.

0 komentar

Tiga bulan setelah putus. Bisa-bisanya aku masih menulis tentang dia.

Semoga keluarga dan teman-teman dekatku ga liat tulisan ini, kalo liat, pasti aku diomelin. Nyebut namanya aja kena marah, gimana kalau ketahuan bikin cerpen begini wkwk.

Tulisan ini adalah saranaku untuk mendeklarasikan perdamaianku dengan perasaanku sendiri. Terkait dia. Mantanku.

Pada tulisan sebelumnya rasa-rasanya masih penuh dengan kekecewaan dan kesedihan, tapi untuk sekarang, aku pastikan tidak lagi demikian.

Untuk bisa sampai di titik ini sungguh tidak mudah. Banyak saksi hidup jika kamu kira aku mengada-ada.

Ga semudah dia. Atau bahkan dia ga kesusahan sama sekali? Sepertinya. Kan ah sudahlah.

 

Dulu aku sempat bertanya-tanya,

Minggu, 31 Januari 2021

untuk seseorang yg pernah menganggapku bidadari di siang harinya.

3 komentar

untuk seseorang yg pernah menganggapku bidadari di siang harinya,

seperti yang kamu minta, tulisan ini untukmu.

tapi sayang sekali, mungkin tulisan ini akan menjadi yang pertama dan terakhir.

not the very first deh, sebelumnya ada nulis, tapi ga full tentang kamu.


kita pertama bertemu di bulan desember 2018, hari pertama aku menginjakkan kaki di ujung timur indonesia. waktu rapat pengarahan CPNS. kamu selalu berusaha terlihat menonjol di antara kita yang berdua puluh sembilan. kamu selalu berusaha menunjukkan bahwa kamu adalah yang paling humoris, paling mendominasi. aku tau sebenernya kamu adalah sosok kesepian yang butuh pertolongan. tapi kamu adalah sosok angkuh yang gamau dikasihani dan berperilaku seperti orang yang kacau dan tantrum. itu first impression aku. dan aku tidak peduli. tadinya. jika tentang sifat baik, aku yakin 29 dari kita adalah orang-orang baik.

aku lupa awal mulanya, tapi sepertinya berawal dari chat tentang telur. atau garam?

saat awal kita penempatan, kita semua tinggal di rumah dinas. jarak rumah dinas ke kantor lumayan jauh dan tidak ada alat transportasi yang menghubungkan rumah dinas ke kantor. bisa disebut rumah dinas yang kita tempati jauh dari mana-mana. tapi pemandangannya bagus. banget. aku tinggal di rumah yang berseberangan dengan rumahmu waktu itu. dan kamu adalah orang yang selalu membawa mobil kantor yang dipinjamkan untuk menjadi satu-satunya alat transportasi kita waktu itu.

 

SembilanPuluhSembilanKomaSembilan Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template