aku mencoba membangun rumah di lembah gunung,
ku bangun dengan susah payah dengan mengumpulkan kayu dan batuan,
setelah sekian lama berdiri dengan sejuknya udara pegunungan,
rumahku runtuh terkena longsor
aku mencoba membangun rumah di pantai,
ku bangun dengan susah payah di antara pohon-pohon kelapa,
tak lama ku tinggali rumah dengan latar belakang ombak yang menenangkan,
rumahku runtuh terkena air bah
Senin, 18 Juni 2018
can we turn back time? no haha
Can we turn back time? absolutely no. big no. Tapi andai aja bisa puter balik waktu, maka waktu yang pengen aku jadikan starting pointnya adalah masa SMP. Sungguh, aku pengen balik SMP lagi. Dimana aku cuma perlu belajar, dan masalah terberat dalam hidup hanyalah takut terlambat masuk sekolah. Aku emang secengeng itu, bahkan sampai aku masuk kuliah (pas di UGM), aku pernah nangis gara-gara telat masuk kelas agama karena sodara yang anter jemput aku ada kepentingan lain.
Aku suka belajar, aku suka ngapalin rumus dengan latihan soal berulang-ulang, aku suka ulangan dadakan saat temen-temenku membencinya, aku suka suasana ujian dimana akhirnya aku bisa mengaplikasikan hasil belajarku. Poin yang aku suka dari ujian di SMP (ulangan, UTS, UAS, Ujian Sekolah, Ujian Nasional) adalah kerja kerasku terbayar.
Kamis, 24 Mei 2018
Kamis, 15 Maret 2018
New Chapter of My Life ♥
Mungkin inilah akhir dari postingan berantai yang aku buat wkwk dikelarin, dituntasin, biar ga kepikiran.
Sejujurnya, sebenarnya, dan pada kenyataannya, aku orangnya ga tegaan, susah bilang enggak dan ga enakan. Biasalah sifat orang Jawa pada umumnya. Entah ini sifat yang merupakan kelebihan atau kekurangan wkwk. Jadi ya gitu, tiap mau memutuskan sesuatu pasti banyak banget yang mesti dipikirin dan dipertimbangkan. Kalo aku begini nanti dia gimana ya, kalo aku begitu dia sedih ga ya. Yap, jadinya kadang keputusan-keputusanku adalah keputusan yang ga bener-bener aku inginkan, melainkan keputusan yang setidaknya win-win solution.
Hingga pada akhirnya aku sadar,
Rabu, 14 Maret 2018
draft
Kalian sadar ngga, bahwa rezeki dan
apa-apa yang kita capai atau dapatkan saat ini adalah buah dari doa-doa
kita di masa lalu, doa kedua orang tua kita, juga doa orang-orang (baik
yang kita kenal ataupun engga) yang secara diam-diam atau
terang-terangan mendoakan kita.
Kalo
dipikir ulang, apa yang aku jalani sekarang adalah apa-apa yang aku
sebut "mimpi" di masa lalu, harapan-harapan kedua orang tuaku yg aku
kira terlalu mustahil untuk terwujud, atau bahkan angan-angan yang aku
ga berani menaruh harapan kepadanya. Lalu sekarang, saat semua sudah
jadi kenyataan, aku cuma bisa mikir, "kok bisa ya?" haha emang sekeren
itu Allah mengatur jalan hidup hamba-Nya.
Selasa, 02 Januari 2018
Kaleidoskop 2017
First post in this new year! Happy new year!
Jujur aja, aku anaknya bukan a good planner, sukanya yang dadakan-dadakan aja gitu, soalnya biasanya yang direncanain itu sering berakhir wacana wkwk eh tapi bener ini, serius. Bisa sih bikin rencana-rencana gitu, tapi palingan buat yang jangka pendek doang, misal nih seminggu lagi mau ujian, jadi bisa tu bikin planning mau belajar apa selama seminggu. Maka dari itu, aku paling gabisa kalo ada tugas suruh bikin life plan wkwk. Suka sih nulis-nulis, tapi anaknya ga visioner gitu jadi ya udah.
Jadi di postingan pertama di awal tahun ini, aku ga akan bikin resolusi-resolusi buat tahun 2018, tapi aku akan bikin kaleidoskop 2017. Pasti ada sih cita-cita di tahun 2018 ini, tapi ya cukup diusahakan dan didoakan aja gitu, sisanya biar mengalir seperti aliran sungai. Kalo bikin kaledioskop tahun kemaren kan jatuhnya seru, jadi bisa nostalgia setahun terakhir ngapain aja, belajar mensyukuri apa yang udah kita dapat dan belajar dari setiap kesalahan di tahun kemaren #eaaa. Okay here we are!
Jujur aja, aku anaknya bukan a good planner, sukanya yang dadakan-dadakan aja gitu, soalnya biasanya yang direncanain itu sering berakhir wacana wkwk eh tapi bener ini, serius. Bisa sih bikin rencana-rencana gitu, tapi palingan buat yang jangka pendek doang, misal nih seminggu lagi mau ujian, jadi bisa tu bikin planning mau belajar apa selama seminggu. Maka dari itu, aku paling gabisa kalo ada tugas suruh bikin life plan wkwk. Suka sih nulis-nulis, tapi anaknya ga visioner gitu jadi ya udah.
Jadi di postingan pertama di awal tahun ini, aku ga akan bikin resolusi-resolusi buat tahun 2018, tapi aku akan bikin kaleidoskop 2017. Pasti ada sih cita-cita di tahun 2018 ini, tapi ya cukup diusahakan dan didoakan aja gitu, sisanya biar mengalir seperti aliran sungai. Kalo bikin kaledioskop tahun kemaren kan jatuhnya seru, jadi bisa nostalgia setahun terakhir ngapain aja, belajar mensyukuri apa yang udah kita dapat dan belajar dari setiap kesalahan di tahun kemaren #eaaa. Okay here we are!
Kamis, 16 November 2017
Janji tidak berjanji
Akhir-akhir ini aku sering bilang kepada satu dua orang yg menuntut sesuatu, "terserah kamu saja, tapi aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untuk kedepannya". Tapi memang menasihati selalu lebih mudah karena tidak mengalaminya, berkata selalu lebih mudah daripada melakukannya. Sampai akhirnya karmaku datang. Sebenarnya itu bukan karma, karena dia datang lebih dulu, cuma aku telat sadarnya wkwk sampai akhirnya aku merana sendiri. Saat seseorang berjanji tapi tidak berjanji, tapi otakmu menafsirkan sedemikian rupa untuk membuat hatimu senang sendiri, girang sendiri, heboh sendiri. Sampai akhirnya kamu sadar bahwa otakmu salah menafsirkan karena hati ikut campur tangan, sehingga kamu jadi sedih sendiri, galau sendiri, bingung sendiri, merana dan meranggas sendiri. Ya memang semuanya sendiri karena seseorang itu memang biasa-biasa saja. Tidak apa, biarlah aku yang sedih asal bukan kamu. Tapi aku jadi inget kata-kata seorang teman, katanya kalo pengen menyayangi orang, kamu harus bisa menyayangi dirimu sendiri, baru deh bisa menyayangi orang. Katanya lagi, menyayangi diri sendiri itu salah satunya dengan tau mana yg baik buat diri sendiri. Kalo udah tau sakit ya jangan diterusin. Sungguh sekarang pun ku tak mengerti aku sakit karena apa. Sebenernya aku udah pernah ngalamin yang persis kayak gini, tapi otakku terasa bebal sekali untuk bisa belajar dari pengalaman.
Jadi sebenernya aku ngomongin apa :( tau ah bodo amat :((
Ps: saya tau setelah saya tekan tombol "publish", postingan ini berhak dibaca siapa saja, tapi saya yakin post ini ga akan direferensiin google ke orang yg lagi nyari "sesuatu" di mesin pencari, karena memang post ini ga ada "sesuatu"nya. Tapi jika secara sengaja atau tidak sengaja ada yg ngebaca post ini (terutama untuk yg kenal saya wkwk), tolong jangan diungkit-ungkit ya, biarlah saya punya lahan untuk berkeluh kesah dengan ketidakjelasan saya secara merdeka. Terima kasih :)
Langganan:
Postingan (Atom)

